" kalo ade yang mau gelar event dibanten silahkan call me please on 08170175522 . kami akan buat anda klimaks....zzzz "

Rabu, 24 Februari 2010

A-Mild Sound and Spirit

Selasa malam (26/8) lalu, Kavlink Production (Kavpro) ngadain acara bertajuk A-Mild Sound and Spirit yang bertempat di lapangan Simpang Tiga, Cilegon. Acara tersebut ditujukan untuk melihat antusias musik yang ada di Cilegon dan diisi dengan penampilan Agagon dancer serta tiga band lokal seperti Embun band, De Fload dan Bracky yang semuanya berasal dari Cilegon.
Masing-masing band membawakan tiga buah lagu, satu lagu milik sendiri dan dua lagu top 40. Pada akhir acara, Bracky band memberikan games dengan hadiah berupa CD kepada pengunjung. Band yang tampil merupakan band-band pilihan yang lolos audisi sebelumnya. Tetapi ada yang spesial dalam gelaran yang berlangsung selama dua jam itu, magician asal Jakarta didatengin buat nyuguhin sesuatu yang beda dari acara-acara ynag pernah ada sebelumnya.
Selain itu Sound and Spirit kali ini dihadiri delapan klub motor dari sebelas klub yang diundang panitia. Mereka ikutan dalam lomba modifikasi dan yel-yel klub, para anggota motor itu harus menyambungkan nama klub dan tema dari acara malam itu. Hasilnya, Retro Community keluar sebagai pemenang modifikasi motor, sesuai dengan nama klub, motor ini mengusung tema retro.
Pengunjung pun dibebasin buat ikutan dalam turnamen biliyard, dan pemenangnya berhak ngedapetin merchandise dari pihak penyelenggara. “Selain udah jadi rutinitas, kita ingin memotivasi anak band lokal agar mampu mengekspresikan diri sampe mereka mampu tampil di ajang yang tingkatannya lebih tinggi lagi nantinya,” tutur Indra, koordinator acara.
Pagelaran yang dipersiapin selama satu bulan sebelumnya ini, dulunya bernama Musik Malam Minggu (3M), lalu mengalami perubahan kembali menjadi Saturday Night, dan saat ini panitia mengusung nama Sound and Spirit. Acara ini disambut antusias oleh warga, bahkan banyak pengunjung yang berasal dari luar Cilegon, seperti Anyer dan Serang. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang hadir untuk menyaksikan acara tersebut. “Seru dan asik, apalagi pas magician-nya tampil. Gue nggak nyangka banget bisa sebagus ini. Semoga acara kayak gini tetep ada dan tambah seru aja dech,” ungkap Asep, salah seorang pengunjung.

LETS DANCE 2008

Cuaca mendung, awan gelap ngegumpal, ditambah hujan turun segede-gede kelapa (...maksudnya kelapa yang udah diparut...), ngga nyurutin anak muda ngejalanin malem mingguan, semua tumplek ... plek ... menuhin alun-alun kota Serang.
Suasana hingar bingar, gemerlap nan terang benderang bikin semua mata tertuju ke arah panggung. Dentuman musik hip hop dari DJ kondang Boim Ghetto menarik perhatian, pas banget ama perform koreografi yang keren abis dari Fei, Hamdi en Jacko. Penonton jejingkrakan, tangan mereka sibuk ngabadiin event yang udah lama ditunggu lewat hp, digital camera maupun handycam. Teriakan histeris membahana waktu dua mahluk ganteng en cantik tiba-tiba muncul diatas panggung, VJ Ben dan Ayushita langsung nyapa: "Serang woooiii..."
Yups, event yang diselenggarain oleh Global TV ini udah yang kedua kali diadain di Kota Serang. Kata Om Harry Setiawan, Producere Assistance Let's Dance, acara ini udah berjalan 3 tahun dan sekarang udah masuk Fase ke 11, bayangin aja ... 1 Fasenya 14 episode , berarti tinggal dikaliin tuh berapa episode ... banyak banget kan ...
Global TV boleh bangga, karena program ini satu-satunya dan terbesar di Indonesia, animo masyarakat juga makin bagus. Waktu audisi di Cilegon, peserta yang daftar sampe ada yang datang dari Jakarta dan Ambon. Wuiih ... niat amat ! Makanya satu kehormatan buat Kota Serang, bareng Solo, Bandung, Purwokerto, Surabaya, Tangerang dan Bekasi bisa kepilih buat nyelenggarain event ini.
Hal ini diamini ama Om Indra Kesuma, Project Officer dari Kavlink Production sebagai event Organizer lokal yang digandeng Global TV. "Selaen kota Serang bisa terekspose secara nasional, kreatifitas dan bakat anak mudanya bisa tersalurkan. Dari Audisi yang dilakukan, 6 tim Modern Dance dam 6 tim B-Boys berhasil lolos buat tampil di acara ini, tentu saja diharapkan event ini ngasih motivasi mereka para Breaker dan Dancer untuk terus meningkatkan kemampuannya."
Yang menarik, acara yang emang disiapin buat Shooting On Air ini, jadi pengalaman baru bua para penonton. Gimana mereka kudu ngikutin instruksi dang Producer, Andi Aditya Dhanardi yang berkolaborasi dengan Andri Raditya sebagai creative acaranya, mulai dari Casting, Lokasi, Audio, Lighting, Kameramen, Orang-orang yang terlibat diatas panggung sampe penonton, semuanya diatur supaya acaranya ngga garing en sesuai ama durasi On Air yang udah ditentuin. Kondisi ini juga yang mungkin sempet bikin grogi.
KEEP ON GOING WITH THE DANCING
Pertarungan dimulai, abis dikenalin, masing-masing tim dikasih kesempatan buat nampilin perform koreonya selama satu menit, dilanjutin ama battle secara bergiliran, kayak orang mau tawuran gitu ..., Fey, Hamdi en Jacko terus melototin, ngomentarin dan kudu milih tim mana aja yang lolos ikut Coaching Clinic. Dalam waktu yang singkat, juri yang jadi Coach ngajarin koreografi Dance. Disini keliatan kalo yang sebelumnya ngga nguasain trik dasar, pasti bakalan kewalahan. Cuma dua tim terbaik yang bisa langsung ngambil posisi battle di Centre Stage, terus tim yang dapet nilai terbesar berupa angka dari jurilah pemenangnya. Untuk B-Boys dijuarai oleh DB Losis, sedangkan tampil sebagai juara dancer adalah Red Angel.
Malem mingguan di Alun-alun Kota Serang tambah seru dengan digelarnya berbagai games interaktif kayak lomba ngerap bawain lirik bikinan sendiri dan ada juga lomba bikin Grafitti. Pemenangnya ditentuin dari banyaknya applause penonton. Hadir juga penyanyi Andity dan Maria Juhandi ikut ngehibur penonton, apalagi pas rapper asal Jakarta Faro dan Ajib yang badannya gede banget malah nyanyiin lagu dangdut ... wah ... goyang abis ...
Kembang api yang terlontar ke angkasa dari beberapa titik didepan panggung menutup kemeriahan penonton yang masih enggan untuk beranjak pergi. Tapi malam semakin larut, semua harus kembali ke habitat masing-masing Acara serupa masih bisa dinikmatin lewat TV atau maen ke kota-kota yang disinggahin Global TV buat ngadain acara yang sama. Para Dancer en B-Boys yang masih penasaran buat ikutan audisi, coba aja ... tetap semangat en Keep on Going with the Dancing ! *** (Wira).
Lets Dance

Catatan Kavlink Production Event Organizer

 
Senin, Radar Yunior, 24-Juli-2006
Jumat (24/7), Herdi Rizal (35) datang ke Radar Banten dengan mengenakan pakaian kantor warna hijau dan stelan celana hitam. Ia membawa berkas pendaftaran putrinya yang masih SMP kelas 3. Ia ingin mendaftarkan putrinya yang telah mendapatkan banyak prestasi di bidang model dan acting. Terakhir, anaknya menjadi finalis covergirl pada majalah Aneka Yess. Lelaki ini berharap Banten Star menjadi ajang untuk mengembangkan remaja Banten.
Dukungan Berbagai Pihak
Harapan Herdi Rizal sepertinya juga harapan kebanyakan orangtua yang ada di Banten. Para orangtua menginginkan anak mereka bisa kreatif dan dinamis sehingga muncul sisi-sisi inovasi yang bisa dijadikan keahlian. Dengan keahlian itulah mereka bisa percaya diri dan merasa eksis. Selama ini Banten memang tertinggal jauh beberapa langkah oleh provinsi-provinsi lain di Jawa. Penghargaan terhadap kreativitas seni, olahraga, dan ilmu pengetahuan begitu rendah dari pemerintah. Liputan ini tidak akan melebar dan hanya akan menyoroti apresiasi masyarakat dan pemerintah terhadap kreativitas seni sebagai sampel apresiasi terhadap remaja Banten.
Seni sebagai hasil cita dan karsa manusia lahir dari jiwa yang kreatif dan produktif. Maka butuh latihan dan wadah untuk membuat jiwa yang kreatif itu. Tapi even yang menggali potensi bakat dan kemampuan anak muda sangat minim sekali. Ada beberapa even yang digelar kadangkala hanya mengejar ”proyek” untuk mengambil jatah dari di pemerintahan. Sehingga hasilnya pun tidak maksimal dan kandas di tengah jalan. Sistem pemerintahan di Banten tidak membuat dan memberikan peluang bagi remaja untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki anak muda Banten.
Hal itu diakui oleh Erik Islami, Koordinator Kavlink Production (KP). KP adalah EO yang banyak membidani even-even musik yang memunculkan kelompok-kelompok band lokal. Katakanlah even Musik Malam Mingguan, Pentas Musik Gue, dan Zona Musik Kongkow. Ketiganya dijadikan untuk menggali potensi dan menjadi wadah remaja untuk berekpresi. Erik, koordinartor umum KP mengutarakan kalau sebenarnya anak-anak muda Banten memiliki kualitas dan kreativitas yang tinggi. Hanya saja sarana dan prasarana khusus di Banten belum ada. Kesimpulan ini bukan serampangan tetapi berdasarkan pengalamannya dalam menggarap even musik.
Dikatakan Erik, pemerintah selalu lamban dalam merespon kreativitas remaja. Karena itu Erik mengharapkan pemerintah ke depan bisa membuat tempat khusus, semisal gedung kesenian. Sementara Gola Gong mengatakan, Banten sebenarnya memiliki anak-anak kreatif dan tak kalah bersaing. Dalam sebuah talkshow di Radio Power Hitz, Gola Gong menyindir kalau artis seperti Nicholas Saputra dan Dian Sastro itu banyak di Banten ”Hanya saja mereka belum muncul, karena tidak ada wadah untuk menggali mereka belum ada,” kata Gola Gong.

Anak Muda Kreatif
Keadaan seperti itu menarik Gola Gong berinisiatif membuat sebuah even yang bisa menjadi wadah untuk merangsang kreativitas remaja Banten. Gola Gong kemudian merangkumnya dalam sebuah acara bernama Banten Star. Dengan Banten Star ini Gong berharap Banten punya ikon di tengah hantaman budaya sentralistik yang datang dari barat. Dengan even ini juga ia berharap dapat menemukan sosok remaja Banten yang menjadi idola Banten.
Gagasan ini ternyata direspon positif oleh komunitas-komunitas media dan seni yang ada di Banten. Radar Banten sebagai media cetak terbesar di Banten langsung menangkap gagasan Gola Gong dan bersedia bekerjasama dengan Gong Media Cakrawala (GMC). Tanggapan yang baik juga datang dari media elektronik seperti radio.
Pada pertemuan antara media pendukung yang dihadiri perwakilan radio Dimensi FM, Harmony FM, TOP FM Cilegon, PBS Fm dan Power Hitz FM di ruang redaksi Radar Banten, tercetus sebuah kesepakatan untuk mendukung Banten Star ini “Kami akan mendukung Banten Star. Radio fleksibel kok. Yang penting harus ada komunikasi dan koordinasi yang baik,” kata Dhani Ak dari Harmony FM. Dukungan serupa datang dari M Iqbal, Direktur Dimensi FM dan manajer PBS FM, Didi Jaro serta Aldi dari Top Fm Cilegon. Begitupun dari pihak EO yang hadir pada pertemuan yang berlangsung pada Jumat (21/7). Erik Islami, koordinator Kaplink dan Linda Susanti, owner Oca Production siap memback up. Sinergi, EO yang aktif di dunia pendidikan tak kalah mendukung.
Sebelumnya Radar Banten-GMC mengundang kelompok band yang terbilang eksis di Banten. Mereka diundang untuk membahas tentang kemungkinan pembuatan soundtrack film Saija-Adinda. Ada delapan Band yang diundang untuk urun rembuk masalah Banten Star ini. Semuanya mengatakan siap bergabung. “Selama ini kita latihan dan manggung di beberapa even tidak jauh dari itu. Nah, dengan pembuatan soundtrack film Saija Adinda, bisa mengembangkan kreativitas band Banten,” kata Nia, vokalis TeeMsaar, kelompok lagu yang telah membuat dua album.
Sementara Gola Gong, direktur Gong Media Cakrawala, mengatakan Banten sekarang adalah Bandung delapan puluhan. Event semacam Banten Star sudah dilaksanakan jauh-jauh hari oleh kota seperti Bandung. Lelaki yang dikenal sebagai novelis dan juga penulis skenario, bisa memaklumi kondisi itu karena infrastruktur dan mentalitas masyarakat Banten yang belum terbuka. Lalu Gong berharap, “Saya ingin Banten bergolak. Anak-anak muda bersatu dan kreatif. Tentu saja ini bisa memperbaiki citra Banten yang selama ini dikenal dengan pelet, ilmu hitam, dan jawara.”
Remaja yang terjaring di Banten Star nanti akan ditempa dengan workshop seputar acting dan perfilman dengan mendatangkan instruktur yang sudah berkompeten dan profesional di Banten. Setelah diberi workshop mereka akan menjadi pemain film Saija-Adinda yang skenarionya ditulis oleh Qizinik La Aziva.(aji setiakarya)

 
Mengejar Mimpi Jadi Selebritis 
 
Minggu, 10-September-2006
Banyak event yang bertajuk pencarian bakat kini bermunculan di Banten, mulai bakat tarik suara, seni peran, lawak hingga pemilihan da’i.
Sebagai contoh, pemilihan penyanyi di ajang Banten Pop Star, pemilihan aktor dan aktris berbakat pada ajang Banten Star, atau kegiatan pemilihan duta pariwisata daerah seperti Kang dan Nong Kota Tangerang, Steng Senong di Cilegon, hingga pemilihan duta kampus di STIE Serang. Kegiatan ini belum termasuk dengan even festival band yang hampir terlihat di setiap pekan di pelosok Banten. Kegiatan yang mirip-mirip pencarian bakat di televisi ini cukup menarik perhatian masyarakat luas, khususnya kalangan anak muda.

****
Banyak opini yang muncul dalam menyikapi munculnya ragam pencarian bakat ini. Ada yang menanggapinya sebagai ajang untuk mencari ketenaran semata atau mengejar mimpi menjadi populer layaknya seleritis. Ada pula yang menanggapinya secara positif, karena ajang seperti ini adalah salah satu cara untuk mengasah dan mengoptimalkan bakat yang dimiliki seseorang.
Ali Irwanto, Juara I Steng Cilegon 2006, nuturin keikutsertaan dirinya dalam mengikuti pemilihan Steng dan Senong adalah untuk cari pengalaman dan untuk memacu potensi yang ada dalam dirinya. “Karena yang namanya bakat harus dikembangkan,” ungkapnya beralasan.
Fanny Soraya, Juara I Senong Cilegon 2006 juga nuturin hal yang sama. ”Kenapa nggak ikutan audisi-audisi mencari bakat, kalau alasannya untuk ngasah bakat,” katanya.
Fanny juga tidak menutup kemungkinan, s statusnya sebagai Senong Cilegon bisa mengantarkan dirinya mengejar mimpinya untuk menjadi selebritis. “Kalau saya memang berbakat jadi artis, kenapa nggak,” katanya.
Kiki Agustina, tak menampik dirinya kerap mengikuti berbagai ajang pencarian bakat. Langkah ini diambil karena dirinya berkeinginan menjadi seorang artis. “Saya juga ingin nunjukin kalau saya juga bisa tenar,” ungkap cewek yang sering ikutan modelling ini.

Bukan Coba-coba
Gilang Mulia, Duta Pariwisata Banten 2003 juga punya pendapat tentang maraknya ajang pencarian bakat di Banten. Juara I Top Model Indonesia 2002 ini menilai positif setiap even yang mendukung pencarian bakat tersebut. Kendati demikian, ia mengingatkan, agar keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan hanya sekedar iseng membuang waktu. Karena hal itu akan dianggapnya percuma. “Kegiatan pencarian bakat itu positif banget untuk mengekspresikan bakat yang ada. Tapi arah kegiatannya harus jelas dan engga sekedar coba-coba,” ungkapnya.
Cowok yang mengawali kariernya dengan mengikuti berbagai pemilihan model dan casting-casting yang diadakan beberapa production house (PH) ini juga menambahkan, remaja yang serius ingin menjadi selebritis harus punya semangat tingi dalam mengejar cita-citanya. Selain itu keinginan untuk terus menggali potensi diri dan tidak mudah berputus asa juga perlu di tanamkan. “Yang cantik dan ganteng itu banyak, tapi yang bertahan di dunia entertain pasti orang-orang yang tetep eksis dan memegang komitmen tinggi sama pekerjaannya,” tambah model iklan minuman X-ion dan Close Up Acting Competion ini.
Hal serupa juga dibenarkan Anggi Rospidia. Juara Catwalk Tingkat Nasional dalam pemilihan Bintang Model Indonesia 2005 ini mengaku dirinya sudah total untuk mengejar mimpi sebagai entertainer. “Dasarnya emang udah suka nyanyi dan bergaya dari kecil, jadi kalo terjun ke dunia entertain mesti serius dan engga sekedar coba-coba,” ungkapnya.
Untuk dapat mempertahankan prestasinya, pemeran Puji dalam drama kolosal Lasmini yang disiarkan Antv ini merasa harus selalu mengembangkan diri di tempat yang berbeda. Anggi tak menampik, keikutsertaan dirinya dalam berbagai lomba sangat penting untuk mengasah kemampuannya. “Rajin-rajin ikut perlombaan, selain bisa mengukur kemampuan, kita juga jadin lebih banyak pengalaman,” tambah Juara I Model Cover tabloid Roaming ini.
Maharani Dianisa, Juara I Oca Modelling 2004 ini mengatakan, ketertarikannya pada ajang-ajang pencarian bakat ini baik untuk mengembangkan potensi. “Pertama ikut lomba model waktu SMP, sempet vakum juga waktu SMA, soalnya takut ganggu sekolah. Acara pencarian bakat ini akan menarik minat anak-anak muda yang pengen banget jadi model dan artis,” ungkap cewek yang pernah masuk dalam lima besar Puteri Indonesia mewakili Banten pada tahun 2005 ini.

Potensi Dan Arahan
Ajang pencarian bakat memang bisa menjadi salah satu jalan bagi kawula muda untuk mencari popularitas atau mengejar mimpinya sebagai selebritis. Kendati demikian, para pencari bakat juga mesti memerhatikan potensi yang dimilikinya. Karena hal itu sangat penting, agar bisa bersaing dengan yang lainnya.
Deni, pengelola Unity Music mengaku, potensi musik kawula muda Banten sebenarnya tak kalah dengan anak band dari luar Banten. “Mereka sebenarnya memiliki potensi yang sangat tinggi dalam bermain musik. Tapi mereka kurang berpengalaman untuk tampil di atas panggung,” terangnya.
Ia mengaku, minat anak muda Banten untuk mengejar mimpinya menjadi bintang terbilang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya remaja yang datang ke studio musiknya untuk belajar main musik. Mereka ini terdiri dari anak-anak yang masih duduk di bangku SMP, SMA, mahasiswa, serta anak muda yang sudah tidak berstatus pelajar lagi. “Keinginan kawula muda Banten untuk jadi artis sangat tinggi,” tambahnya.
Pengakuan serupa juga diungkapkan Gola Gong, Tim Kreatif RCTI. Ia menilai, bakat yang dimiliki remaja Banten sebetulnya sangat berpotensi untuk bisa bersaing dengan remaja dari kota lainnya. Hal ini terlihat dari bakat yang ditampilkan peserta Banten Star yang digagasnya bareng Radar Banten.
Kendati demikian, ia mengingatkan, perlu ada arahan yang baik bagi para remaja Banten yang akan menggeluti dunia selebritis. Menurutnya, jalan untuk menjadi artis sangat sulit. “Harus ada arahan yang jelas bagi kawula muda Banten yang ingin jadi artis,” terangnya.
Sementara Tb Sake Pramawisakti Sandjadirja, psikolog yang bertugas di RSUD Serang mengatakan, keikutsertaan remaja dalam mengikuti ajang pencarian bakat merupakan sesuatu yang wajar. Kendati demikian, ia mengingatkan agar remaja tetap memprioritaskan tugas utama mereka dalam mencari ilmu. “Karena kegiatan belajar mengajar merupakan masa persiapan untuk menapaki masa depan,” sarannya. (Tim Pers Kampus)

BANTEN STAR 2006
ACTIVA BAND